Postingan

Spirit Gladen Jemparingan dari Busur Jadi Sedulur

Gambar
  Gladen Al Fath ke-4 Jemparingan itu indah. Ada kaidah nilai yang layak dijadikan gaya hidup. Unsur ketenangan,semangat dan konsentrasi. Selain itu bisa sebagai media gaul. Jadikan sarana membentuk keakraban dan paseduluran. Sebagaimana kali ini alfath archery menyelenggarakan gladen selapanan. Kini sudah masuk yang ke-4 kalinya diadakan disini. Sebagai agenda rutin yang diikuti penjemparing dari beberapa paguyuban yang ada di Klaten,Jogja dan juga Solo Raya. Sebuah aksi sebagai upaya   melestarikan budaya jemparingan di era digital. Upaya itu   dengan terus setiap waktu   dihidupkan. Agar tak termakan zaman. Sebagai panitia sedulur alfath yang dikomandani Kuncoro dengan kegiatan ini dari busur menjadi sedulur. Terbukti dari para penjemparing dengan senang hati datang ke sasana. Tempat adanya gladen. Kegiatan berjalan lancar dan dalam gladen ada para titis baik dari pria juga wanita. Titis pria 1. Slamet 2. Wigung dan 3. Mbah Harno.    

Gladen Jemparingan 50 Up yang ke-2

Gambar
 Gladen 50 up Jogja. 10.12.2022.Di sasana Marto Gamping. Diikuti dari jogja.solo.bandung.tangerang mereka sudah setengah abad usianya. Mereka senior dan empu yang  sudah menep pengolah batinnya. Merekadatang tak terhalang batas jarak. Spontanitas mampu merapatkan barisan lewat jemparingan. Di sasana bersama saling obrol dan guyon maton.  Kumandang lagu Indonesian Raya. Sebagai pertanda segera dilaksanakan gladen. Dan selaku pemilik sasana ada beberapa kata.  Sambutan Ketua paguyuban Marto "Para pelestari Jemparingan Mataram. Kita selalu semangat. Manunggal RaSA Tamtomo (Marto). Solo Sukoharjo.Tangerang hadir. Anak cucu jangan kehilangan jejak. Walau diusianya 50 up. Bapak Nardi. Selaku ketua paguyuban setempat. Ketua panitia Tukiman menyampaikan, semua peserta kasepuhan. Ide ini tujuan untuk silaturahmi dan menghormati senior dan ajang sebagai reuni. Hal ini sebagai upaya Gladen usia 50.up. sebuah penghargaan karena ada Kehadiran saudara kita  dari Tangerang. Cu...

Rembug Paguyuban Pametri Projo

Gambar
 Kebersamaan adalah kekuatan paguyuban. Sebagimana Pak Banteng menyampaikan di awal pertemuan. Yang digelar tiap bulan.Kegiatan yang dipusatkan di balai desa Sambirejo Ngawen Gunung kidul kali ini (29/11). Dengan diHadiri 10 personal. Selaku ketua membahas agenda rutin paguyuban. Keikutsertaan Gladen Jemparingan di Yogyakarta. Bila ada yang bisa untuk ikut menyengkuyung. Juga ikut pada even Jemparingan 50 up. Yang akan digelar bukan Desember 2022. Di Jogja. Ada catatan prestasi. Bahwa paguyuban telah mampu menelorkan  prestasi dalam even ke Kulonprogo. Bulan lalu. Keikutsertaan itu sebagai upaya untuk memperlihatkan tentang  keberadaan dan kiprah Paguyuban. Juga Menanggapi Kunjungan SMP Muhammadiyah Sifa Cawas Klaten  yang ingin mengetahui  soal Jemparingan di Pametri Projo. Termasuk Adanya tawaran untuk mengenalkan Jemparingan  dari Paguyuban Jeep Brexi. Dari Pametri untuk mengenalkan Jemparingan. Yang diperlukan peralatan. Untuk mengenalkan. Pakaian itu b...

PJPP Ikut Gladen Surya Mandiri II

Gambar
 Sebanyak 400 penjemparing dari Klaten dan sekitarnya. Berkumpul di lapangan Jemawan Jatinom Klaten Jawa tengah. Ikut meramaikan acara ini. Sebanyak 7 penjemparing dari Paguyubkan Jemparingan Pametri Projo (PJPP) Sambirejo Ngawen Gunung kidul ambil bagian. Selaku ketua panitia Nurahim berkata ini media untuk memupuk kerukunan.  Pak lurah Jemawan berpidato bahwa Gladen sukses mandiri II. Upaya dalam menjaga kesatuan republik Indonesia dengan kegiatan Jemparingan. Sebagai menjaga tradisi yang berada di tempat ini. Sehingga muncul kader yang lebih baik. Heri Supriyanto selaku dari dinas Parpora memberikan penguatan Kaitan dengan momentum sumpah pemuda. Sebagai upaya pelestarian budaya dan jalin kerjasama. Selaku Disparpora Jateng. Dan sekaligus membukanya. 

Bendera Pametri Projo Berkibar

Gambar
 Paguyuban Jemparingan Pametri Projo (PJPP) dalam usianya yang masih muda mulai ada geliatnya. Di ajang Jemparingan level nasional mampu menunjukkan kiprahnya. Bersama 825 penjemparing lainnya. Ada beberapa kategori pria dan wanita umum, remaja dan anak-anak. Hal ini sebagai bentuk pemberdayaan dan menjaga warisan budaya Jemparingan Mataram. Yang didukung Kandha Budaya Kulonprogo dan keistimewaan Yogyakarta. Hari ini Minggu (23/10) di alun _ alun ulonprogo digelar even ini. Lewat penjemparing putri atau disebut Srikandi. Mbak Dwi Untari dalam even lomba Jemparingan Mataram dalam rangka HUT Kulonprogo ke -71. Mampu tampil apik menempati peringkat dua.  Dan berhak hadiah 2juta beserta piala tetap. Pak Banteng selaku ketua paguyuban memberikan semangat dan selamat. "Kita ada dan ada potensi layak dikabarkan pada masyarakat sekitar.Agar ikut merasa memiliki." Di akhir penerimaan piala diminta semua anggota paguyuban bergambar bareng sebagai ujud rasa bahagianya. Salam.

PCM Polokarto Gelar Jemparingan Sambut Muktamar

Gambar
 Pagi ini (25/9) sebanyak 350.an penjemparing dari Jateng dan DIY berada di lapangan Wonorejo Polokarto Sukoharjo ikuti Gladen. Ajang ini diprakarsai oleh Panahmu Sukoharjo. Hal ini  digelar dalam rangka menyambut gembyar muktamar di Solo. Selaku Pimpinan Daerah (PDM) Sukoharjo mengapresiasi kegiatan ini. Dari hal Tradisional ditangan Muhammadiyah pasti'berkembang. Sekaligus membuka Gladen ini.

Menjelaskan Materi Jemparingan di Ekspo

Gambar
 Jemparingan itu keren. Sebuah daya tarik tersendiri dari slogan Paguyuban Jemparingan Pametri Projo (PJPP). Selaku pengurus dan ketua paguyuban Banteng P mengajak warga semuanya untuk peduli pada kegiatan yang berbasis budaya leluhur kita. Ujud ikut memasyarakatkan itu dalam bentuk ekspo kali ini di Wonosari gunung kidul dan juga pendampingan sasana baru. Termasuk di sekolah dan pondok pesantren. Ada filosofi yang ada pada Jemparingan ini. Nilai luhurnya dengan menjabarkannya dari setiap elemen Jemparingan itu.  Kegiatan desa Sambirejo selalu desa perintis budaya'memberdayakan potensi ini. Ada pengrajin dan sekaligus sasana latihan. Adanya produk dan aktivitas yang saling berkaitan. Antusiasme kreatifitas lewat Jemparingan. Memberikan warna tersendiri bagi warga Sambirejo. Salam budaya!!